Dampak Covid-19, Pemkab Lotim Gelontorkan Rp37,5 M Dana JPS

Sekda Lotim sekaligus sebagai Pelaksana Tugas Gugus Penanganan Covid-19 Lotim, HM Juaini Taupik.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pengendalian dampak ekonomi akibat dampak wabah Corona di Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Pemkab mengalokasikan Rp37,5 miliar khusus untuk JPS sembako selama 3 bulan. Keterangan itu disampaikan Sekda Lotim sekaligus sebagai Pelaksana Tugas Gugus Penanganan Covid-19 Lotim, HM Juaini Taupik melalui WAG Media Melawan Covid, Senin (4/5).

Tahap pertama bulan April 2020 lalu, kata Sekda, jumlah KK yang mendapat sentuhan sembako JPS sebanyak 70.983 KK, tapi ada data susulan sekitar 21 ribu KK lebih yang akan segera  diverifikasi untuk bisa masuk di bulan kedua (Mei). Data susulan ini sekaligus akan dirapel sejak April.

Ditanya soal munculnya desakan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Lombok Timur, Pemkab Lotim belum menentukan sikap apakah akan menerapkan PSBB atau tidak. Sekda Lotim, HM Juaini Taupik mempersilakan masyarakat Lotim melakukan Pembatasan Sosial Berskala Dusun (PSBD).

‘’Ada beberapa desa secara mandiri sudah menerapkan PSBD. Contoh yang baik harus diikuti, paling tidak siapa saja masuk ke dusun tersebut, dipastikan memakai masker, menyiapkan cuci tangan di depan gang,’’ ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lotim, H Ahmad menyatakan, dipersilakan bagi desa jika masih ada warga yang belum terdata. Ditanya soal sikap Kementerian Sosial yang menyalahkan daerah dalam kekeliruan data penerima BST sehingga terjadi tumpang tindih, H Ahmad enggan menanggapi persoalan itu dengan alasan pihaknya sudah lengkap mengirim data berdasarkan SK Bupati.

‘’Sudahlah, kita tidak punya waktu lagi berdebat soal siapa salah dan siapa benar. Yang jelas kalua memang ada rakyat yang belum terdata, mari segera didata dan dikirim ke kami,’’ kata H Ahmad kepada Lomboktoday.co.id melalui sambungan telephone, Senin (4/5).(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply