Pemkab Lotim Berpikir Solusi Garanti Petani Jagung

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (Lotim), H Abadi.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOTIM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Musim panen jagung wilayah Lombok Selatan tahun 2020 ini adalah tahun yang sangat duka bagi petani dan membuat petani harus meradang di tengah ladang. Dalam sebuah ekspedisi jurnalistik Lomboktoday.co.id di beberapa desa wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), seperti Desa Kuang Rundun, Ekas, Pemongkong, Seriwe dan Sekaroh baru-baru ini terpantau sudah lebih 90% jagung telah dipanen.

Sebagian besar petani yang didatangi memiliki keluhan yang sama. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, begitu panen para pembeli sudah stand by di lokasi kawasan 5 desa tersebut.

Tapi pada tahun ini hingga hasil panen selesai diolah, nyaris tidak ada pembeli yang masuk. Kalaupun ada katanya, pembeli yang sangat mencekik harga. Karena para petani butuh uang untuk biaya hidup dan upah buruh, sehingga dengan amat terpaksa dijual meski dengan harga hampir bagi dua dari harga normal yakni kisaran Rp300 ribu.

Menyikapi situasi ini, Lomboktoday.co.id belum lama ini mencoba menemui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur (Lotim), H Abadi. Dengan  nada seakan tidak bisa berbuat banyak, Kadis menyatakan ini semua dampak dari situasi Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh negeri.

Situasi yang tidak diharapkan seperti ini lanjut Kadis, telah membuat kelumpuhan sistem kehidupan termasuk pergerakan ekonomi. Tentu katanya, dirasakan langsung oleh petani jagung meskipun disebutkan, panen jagung tahun ini masuk kategori panen kualitas normal dan standart.

Untuk itu, Kadis berharap kepada para petani jagung untuk bersabar dan mau menahan sementara hasil panennya dan tidak perlu terburu-buru dijual murah sambil melihat-lihat perkembangan situasi 1 atau 2 bulan ke depan. ‘’Mudah-mudahan 1 atau 2 bulan ke depan Covid-19 ini segera berakhir sehingga situasi kembali normal,’’ harapnya.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lotim tengah mencari alternatif menyelamatkan hasil panen jagung petani. Kadis Pertanian Lotim, H Abadi telah menyampaikan rencana tersebut ke Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy dan masih menjadi pertimbangan.

Kadis H Abadi menyebut yang menjadi pemikirannya jika Pemkab Lotim menampung seluruh jagung petani Lombok Selatan, maka kesulitan gudang tempat penyimpanan. Kalaupun langsung disalurkan untuk dijual, tentu sama-sama sulit kemana akan dikirim. Namun demikian, Kadis sedang berupaya mencari gudang tempat penyimpanan sehingga Pemkab melalui BUMD bisa menyelamatkan petani.

Terakhir Kadis mengimbau para petani untuk sementara tidak hidup dengan berlebihan. Artinya menurut Kadis, petani sekadar memenuhi kebutuhan pokok saja karena semua dari hulu hingga hilir sama-sama dalam kesulitan hidup.(Sid)

Kirim Komentar

Leave a Reply