Tekan AKB, AKI dan Stunting, Dikes Lotim Siap Gandeng IBI

307
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Fathurrahman.

Oleh: Lalu M Kamil AB |

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Obsesi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) di bawah kepemimpinan SUKMA (HM Sukiman Azmy-H Rumaksi) untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, kini tengah diupayakan melalui berbagai strategi. Tak hanya itu, Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka stunting di Bumi Patuh Karya masih menempati urutan atas dari 10 kabupaten/kota di NTB.

Dari realita ini telah mengundang kepedulian dari pengurus dan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lotim untuk mengambil peran dalam membantu Pemkab Lotim menekan tingginya AKB, AKI, dan stunting sebagai upaya peningkatan IPM.

Ketua IBI Cabang Kabupaten Lotim, Hj Rokhliana kepada Lomboktoday.co.id, Jumat (12/2), menyatakan, pihak IBI Lotim merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi membantu Pemerintah meningkatkan IPM Lotim yang kini masih pada urutan 8 dari 10 kabupaten/kota di NTB.

“Kami dari pengurus IBI Lotim dengan Kepala Dinas Kesehatan baik yang lama atau yang baru sekarang sudah sangat banyak kami bersinergi dan sangat mendukung program IBI. Tidak ada alasan kami untuk tidak mendukung program Pemkab Lotim,” kata Hj Rokhliana.

Untuk itu, pihak IBI Cabang Lotim mengharap Dinas Kesehatan untuk menggandeng pihaknya dalam bersinergi memerangi tingginya AKB, AKI dan stunting sebagai salah satu strategi peningkatan IPM.

“IBI Lotim saat ini lebih optimis ke depan program-program strategis dapat lebih ditingkatkan. Apalagi Bidang Kesehatan Keluarga (Kesga) Dikes Lotim dijabat oleh seorang bidan yang notabene pengurus IBI juga selaku regulator kami. Tentu lebih mengerti apa dan bagaimana,” urai Kanit BP3AKB Kecamatan Sakra Barat ini.

Merespon pernyataan sikap pengurus IBI Lotim, Kepala Dinas Kesehatan Lotim, H Fathurrahman yang dikonfirmasi pada hari yang sama menyatakan akan berupaya semaksimal mungkin bersinergi dengan semua profesi kesehatan. “Insya Allah kami akan berikhtiar maksimal dengan menggandeng semua profesi kesehatan,” kata Fathurrahman.

Mantan Kabag Kesra Setdakab Lotim itu menambahkan, seperti yang pernah dilontarkan pada acara IBI beberapa waktu lalu, keberadaan IBI memiliki peranan besar dan strategis dalam upaya menekan AKI, AKB dan stunting.

Karenanya, menurut Fathurrahman, sinergi merupakan salah satu kata kunci untuk ikhtiar ini. Untuk itu, katanya, peningkatan kapabilitas bidan melalui pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan merupakan hal penting untuk terus diikhtiarkan.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here