GPLI Gencarkan NTB sebagai Pusat Budidaya Lobster Nasional

gpli
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (tiga dari kiri) foto bersama Ketua GPLI dan Dirut Bank NTB Syariah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Gabungan Pengusaha Lobster Indonesia (GPLI) hadir untuk menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan. Ini demi bersama-sama mendorong terciptanya pembudidayaan lobster yang baik dan lestari di wilayah pengelolaan perikanan Negara RI.

Terlebih lagi, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah telah mencanangkan NTB sebagai pusat budidaya lobster nasional beberapa waktu yang lalu. ‘’Termasuk budidaya lobster di NTB,’’ kata Ketua GPLI, Gunawan usai penandatangan MoU antara Bank NTB Syariah dan GPLI yang disaksikan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, di ruang kerja Gubernur NTB, Rabu (9/6).

GPLI akan membangkitkan gairah masyarakat membudidayakan lobster. Membantu masyarakat agar mengerti tentang cara budidaya lobster, supaya tidak dijual atau diekspor.

Menurut Gunawan, lobster yang dimiliki NTB sangat bagus dengan 3 jenis segmentasi lobster. Segmentasi benih atau benur 0-5 gram, 5-30 gram dan 30 gram ke atas. Segmen 3 inilah yang akan dibudidayakan oleh masyarakat, karena sudah berbentuk plasma. Untuk dipelihara hingga ukuran 200-250 gram. ‘’Budidayanya selama 6 bulan, kalau sudah mencapai ukuran 200-250 gram dapat kita panen,’’ ujarnya.

NTB merupakan wilayah yang cocok untuk melakukan budidaya lobster. Apalagi alamnya sejuk dan beberapa teluk yang memiliki air laut yang bersih dan bagus untuk pembibitan. ‘’Yang paling utama, awal ditemukannya bibit lobster adalah di NTB,’’ ucapnya.

Di sisi lain, Gunawan sangat menyayangkan apabila benih-benih lobster ini tidak dimanfaatkan oleh masyarakat NTB, tetapi dimanfaatkan oleh negara lain. ‘’Ini sangat merugikan masyarakat NTB sendiri dan termasuk negara,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo mengatakan, pemerintah juga terus mendorong petani atau nelayan dan pengusaha lokal di NTB dapat menghasilkan bibit lobster. ‘’Baik yang ukurannya 0-5 gram hingga 30 gram, untuk memenuhi kebutuhan lobster di daerah,’’ kata Kukuh.

Kukuh mengakui bahwa lobster merupakan salah satu komoditas andalan NTB. Karenanya, Pemrov NTB menginginkan lobster yang khusus dibudidayakan oleh nelayan lokal NTB menjadi komoditas yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. ‘’Hasil alam berupa lobster ini, harus bisa dinikmati oleh masyarakat,’’ kata Kukuh.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah mengatakan bahwa potensi budidaya lobster di Provinsi NTB sangat berlimpah. Tentunya hal ini akan menjadi peluang sebagai pilar ekonomi yang sangat menggiurkan. ‘’Provinsi NTB ini memiliki potensi lobster yang sangat luar biasa, segera dan cepat ditindaklanjuti kerjasamanya,’’ kata Gubernur.

Adapun penandatangan MoU tersebut terkait dengan pembiayaan budidaya, pembibitan, hingga lokasi yang akan digunakan. Sehingga potensi kelautan dan perikanan termasuk budidaya lobster terkelola dengan baik. ‘’Ini demi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat kita,’’ ucapnya.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here