Sambut WSBK, Asosiasi Pokdarwis Mandalika Siapkan Produk Wisata dan UMKM

Usman
Ketua Asosiasi Pokdarwis Mandalika, Usman.

LOMBOK TENGAH, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sedikitnya 31 desa yang tergabung dalam Asosiasi Kelompok Desa Wisata (Pokdarwis) Mandalika Lombok Tengah (Loteng) siap menyambut baik event World Superbike (WSBK) yang akan digelar pada 19-21 November 2021 mendatang. Pasalnya, digelarnya event tersebut secara perdana di Sirkuit Mandalika, tentu harus didukung dan dipersiapkan dengan baik oleh pemerintah, salah satunya dengan pelaku wisata.

Ketua Asosiasi Pokdarwis Mandalika Lombok Tengah, Usman mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan dan memastikan agar desa wisata bisa mempersiapkan produk-produk wisata dan UMKM-nya. Dan itu bisa dilakukan dengan 2 cara. Pertama, produk-produk UMKM-nya bisa dibawa ke Mandalika untuk dipamerkan. Kedua, membuat produk promosi wisata yang bisa membawa penonton untuk berkunjung ke desa wisatanya.

‘’Terkait dengan beberapa persiapan yang lainnya, kita harapakan dapat memberikan peluang akomodasi. Karena data yang kami terima masih banyak kekurangan di wilayah Lombok Tengah,’’ kata Usman saat ditemui Lomboktoday.co.id, di kediamannya pada Kamis (14/10/2021).

Karena itu, peran desa wisata itu juga penting dalam menyediakan lahan atau homestay yang bisa membantu pemerintah dalam menyediakan akomodasi. ‘’Apalagi sekarang, kita sudah memantau beberapa provider-provider terkait yang ingin berinvestasi di Lombok. Ini untuk membantu dan menyiapkan persiapan akomodasi,’’ ujarnya.

Begitu juga dengan travel agent dan juga para guide, diharapkan segera untuk mengambil peluang ini dengan menyiapkan promosi-promosi wisata yang tentunya diambil dari kesiapan-kesiapan desa wisata, mulai dari Pokdarwis yang ada di daerah wisatanya itu sendiri. ‘’Sejauh ini desa wisata di Bonjeruk ini, sudah mengirim beberapa produk yang sudah lulus akurasi untuk ditampilkan di etalase bazar Mandalika. Kemudian juga membuat brosur yang di situ terdapat produk-produk wisata yang bisa dikunjungi,’’ ungkapnya sembari menjelaskan, yang paling banyak bergerak sekarang ini adalah produk-produk UMKM yang ada di desa wisata Lombok Tengah yang sudah siap ditampilkan di sana.

Usman menjelaskan, ada beberapa keperluan khusus yang diminta oleh Donald Sport, yakni produk inventaris yang nantinya akan diciptakan oleh Indonesia sendiri. ‘’Lombok jangan sampai menjadi penonton. Kalau tidak bisa membuat produknya, ya paling tidak menyediakan bahan bakunya,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjut Usman, di desa wisata ini akan mengadakan event terbuka, yakni food class (kelas memasak) yang bisa dikunjungi oleh wisatawan atau pengunjung yang mengikuti event tersebut. ‘’Jadi, kita selama 3 hari itu akan membuka kelas memasak secara terbuka dan juga akan menyediakan produk wisata lainnya seperti bersepeda, kemah, jalan-jalan di seputaran desa wisata Bonjeruk,’’ ungkapnya lagi.

Menurut Usman, jika desa wisata itu tidak bisa dikelola dengan baik, tentu hal itu tidak ada artinya. Artinya, kalaupun meriah produk wisatanya, tapi pelayanannya atau cara penyambutan wisatawannya yang kurang baik, maka itupun juga tidak ada artinya. ‘’Yang paling penting selain dari akomodasi tadi adalah penguatan dalam kapasitas Pokdarwis dan saya setiap saat selalu menyuarakan agar Pokdarwis ini diperhatikan,’’ katanya.

Karena dengan semakin ditingkatkannya kapasitas Pokdarwis, maka akan muncul banyak sekali inovasi. ‘’Jadi, mereka melalui media bisa menginformasikan konten-konten kreatif, bahkan mengarah kepada perfilman yang mengangkat desa wisata,’’ ujarnya.(Msn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here