Waduh…, Musda FKKD Lotim Terancam Tak Bisa Dihadiri Pejabat Daerah

Suherman
Ketua Panitia Musda, Suherman yang juga Kepala Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Musyawarah Daerah (Musda) pemilihan Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) akan digelar Rabu besok (27/10/2021). Namun agenda 4 tahunan 239 kades se-Lotim itu terancam tidak akan ada pejabat daerah yang bakal dapat menghadiri momentum pembukaannya, meskipun berharap dapat dibuka oleh Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy atau Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H Rumaksi Sj, dan minimal dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taofik.

Pemkab Lotim diketahui sangat mengatensi agenda penting forum kepala desa ini. Sehingga beberapa hari lalu, Pemkab Lotim melalui Sekda meminta kepada panitia Musda sedapat mungkin bisa memundurkan sehari jadwal pelaksanaan Musda dengan alasan pada tanggal 27 dan 28 Oktober besok akan ada kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ke Sembalun.

Sekda Lotim, HM Juaini Taofik melalui pesan WhatsApp (WA) kepada Lomboktoday.co.id menyatakan permintaan pengunduran Musda ini murni karena ada kujungan Menteri Desa PDTT, tidak ada tendensi lain. Tentu Pemda harus all-out mempersiapkan dan menerima kedatangan menteri.

Atas penawaran Pemkab ini, justru menimbukan polemik di internal FKKD. Pro kontra di tubuh panitia mewarnai perdebatan sengit. Bahkan tidak sedikit kepala desa yang melontarkan tudingan bahwa ini sebagai bentuk intervensi pejabat tertentu untuk menggolkan salah satu kandidat calon ketua FKKD.

Atas polemik ini, pada Senin kemarin (25/10/2021) bertempat di Terara, panitia menggelar rapat untuk mencari paduan suara apakah jadwal Musda bisa diundur atau tidak. Akan tetapi rapat panitia dikabarkan gagal mencapai kata sepakat untuk diundurkan. Lebih banyak yang menginginkan untuk ditetapkan dengan dalih undangan sudah disebar, baliho sudah terpasang.

Ketua Panitia Musda, Suherman yang juga Kepala Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra saata dikonfirmasi Lomboktoday.co.id via phonesele pada Selasa (26/10/2021) membenarkan pihaknya gagal menempuh kesepakatan mundur. Pada Selaa sore kemarin, Suherman langsung menghadap Bupati Lotim untuk konfirmasi kesiapan membuka Musda. Akan tetapi, kata Suherman, dengan sangat menyesal Bupati Lotim harus standbay sejak pagi di Sembalun bersama Sekda.

Keterangan Suherman, Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy menyatakan sangat berkeinginan untuk hadir minimal dapat membuka acara seremoni mukaddimah Musda sebagai bentuk apresiasinya terhadap forum pemersatu kepala desa se-Lotim itu. Sempat bupati menawarkan jam pembukaannya dimajukan sebelum berangkat ke Sembalun, akan tetapi Suherman tak berani menjamin bisa dimajukan sehingga Bupati Sukiman menyatakan dengan berat hati tidak bisa hadir.

Selepas dari Bupati Sukiman, Suherman pun langsung ngejoss ke pendopo II menemui Wakil Bupati (Wabup) Lotim, H Rumaksi Sj. Lagi-lagi Wabup, H Rumaksi Sj yang pernah berkesempatan membuka Musda tahun 2018 lalu juga telah memiliki sederet agenda yang tak bisa ditawar apalagi ini dihubungi secara mendadak.

Akhirnya pihak panitia menyatakan pasrah tanpa dibuka oleh pejabat daerah meskipun dipandang sangat perlu. ‘’Kami tidak bisa berbuat banyak atas keputusan kawan-kawan kades yang tidak sepakat mengundurkan jadwal Musda ini meskipun ada sebagian yang setuju,’’ kata Suherman.

Terkait tudingan beberapa oknum kades yang menuding ada intervensi oknum pejabat untuk menggolkan salah seorang calon tertentu, Suherman menepis tudingan itu. ‘’Sama sekali tidak pernah ada yang intervensi. Tudingan sebagian kawan-kawan kades terlalu prematur dan tak beralasan, apa urgensinya sehingga pejabat daerah harus berkepentingan langsung terhadap siapa yang bakal jadi ketua FKKD’’ urai Suherman.(Kml)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here