Prestasi Gemilang, NTB Provinsi dengan Komitmen 100% pada PK21 BKKBN

Hj Sitti Rohmi Djalillah
Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB kembali meraih prestasi membanggakan, setelah beberapa waktu lalu meraih penghargaan sebagai Provinsi Informatif ke-3 se-Indonesia, kini NTB kembali meraih prestasi Gemilang, yaitu dinobatkan sebagai provinsi yang sukses 100% pengumpulan data menggunakan smartphone dalam Launching Pendataan Keluarga 2021 (PK21) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah secara daring di ruang kerjanya, pada Kamis (4/11). ‘’Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua tim pendataan keluarga. Kader, Supervisor, dan Manajer provinsi sampai dengan lini lapangan seluruh kabupaten/kota se-NTB,’’ kata Wagub NTB, Hj Sitti Rohmi Djalillah.

PK21 sendiri merupakan kegiatan pengumpulan data primer tentang data kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Data-data yang telah dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk menentukan dan memetakan keluarga mana yang berisiko melahirkan anak stunting.

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo.’’Data PK21 memetakan keluarga sasaran berpotensi risiko stunting dengan penapisan keluarga pra sejahtera, sanitasi, akses air bersih, rumah tidak layak huni, dan pendidikan ibu rendah,’’ katanya.

Wagub berharap ke depannya hasil pendataan keluarga di NTB dapat berguna dan bermanfaat dalam perencanaan pembangunan di Provinsi NTB. ‘’Kami berharap selanjutnya hasil pendataan keluarga ini dapat bermanfaat dalam perencanaan pembangunan di Provinsi NTB demi mewujudkan Indonesia Maju menuju NTB Gemilang,’’ ujarnya.

Terpilihnya NTB sebagai Provinsi dengan Komitmen 100% Metode Smartphone tentunya menjadi kebanggaan yang patut disyukuri oleh seluruh masyarakat NTB. Hal itu dikarenakan dengan diluncurkannya Pendataan Keluarga tahun 2021, para stakeholders dapat memetakan risiko stunting anak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di NTB.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here