Berburu Putri Mandalika di Kaliantan, Malah Pangerannya Saling Bacok

Kapolsek Jerowaru, IPTU Abdul Rasyid
Kapolsek Jerowaru, IPTU Abdul Rasyid.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Mitos dalam legenda Putri Mandalika, Nyale adalah jelmaan Putri Mandalika yang menyeburkan diri ke laut sebagai sikap adil terhadap tiga pangeran yang memperebutkan dirinya. Konon pesan terakhir Mandalika sebelum lenyap ditelan air, ‘’Tunggu jelmaanku kelak, agar semua dapat merasakan diriku’’.

Hingga kini, masyarakat Sasak masih melestarikan pesta budaya ‘’Bau Nyale’’. Bila momentum itu tiba, masyarakat dari anak-anak hingga yang tua (laki/perempuan) berbondong-bondong. Sudah dipastikan para pangeran alias anak-anak muda ikut berburu jelmaan Putri Mandalika itu.

Kalau dalam legendanya sang putri mengalah agar tiga pangeran tidak saling bunuh. Tapi sekarang sebaliknya, para pemuda saling bacok di arena ‘’Bau Nyale’’. Seperti kasus yang terjadi tadi malam, Jum’at (18/2/2022) sekitar Pukul 23.10 Wita, bertempat di Tampah Bolek, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, di lokasi pesta adat Bau Nyale terjadi perkelahian pemuda Desa Seriwe dengan pemuda Desa Pandan Wangi.

Berdasarkan keterangan laporan polisi yang diperoleh dari Kapolsek Jerowaru, IPTU Abdul Rasyid, pada Sabtu (19/2/2022) menerangkan kronologi kejadian diduga berawal dari seorang pemuda bernama Rusman asal Bagek Batu, Desa Pandan Wangi mengeluarkan pisau hendak melukai pemuda Desa Seriwe yang lagi duduk di pantai, tetapi dilerai oleh Babinsa Desa Seriwe.

Dituturkan, tidak lama berselang Rusman buat keributan di lapangan Tampah Bolek sehingga terjadi perkelahian antara kelompok pemuda Desa Pandan Wangi dengan pemuda Desa Seriwe yang mengakibatkan dari kedua belah pihak terjadi korban luka karena senjata tajam. Diduga kuat perkelahian terjadi karena di bawah pengaruh minuman keras.

Dari peristiwa tersebut mengakibatkan 5 (lima) pemuda mengalami luka bacok dengan identitas masing-masing, dari pihak pemuda Bagek Batu, Desa Pandan Wangi. Di antaranya, Hasanudin (25 tahun), mengalami luka robek di kepala. Rusman (19 tahun) mengalami luka robek di kepala. Keduanya berasal dari dusun yang sama.

Sedangkan dari pihak pemuda Desa Seriwe terdapat tiga orang korban luka. Di antaranya; Ahmad (31 tahun) dari Dusun Setapuk, Desa Seriwe yang mengalami luka robek jempol kanan. Mantep (26 tahun) asal Dusun Oleng, Desa Seriwe, mengalami luka robek di pipi sebelah kanan. Selanjutnya Jayadi (25 tahun) warga Dusun Oleng, Desa Seriwe, mengalami luka robek di kepala sebelah kiri.

Dijelaskan, semua korban dari kedua belah pihak kini tengah dirawat di dua tempat. Ada yang dirawat di Puskesmas Jerowaru dan di salah satu Klinik Swasta di kawasan Jor, Desa Jerowaru. Kasus ini ditangani langsung oleh Kepolisian Sektor Jerowaru. Namun menurut Kapolsek, hingga saat ini para korban belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan medis.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.