Kabid Pengairan Jadi Benteng Nawacita Bupati Sukiman

Kabid Pengairan Dinas PUPR Lombok Timur, Sosiawan Putraji (tengah batik biru).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sejak dilantik menjadi Bupati Lombok Timur, hampir di berbagai tempat HM Sukiman Azmy sering mengucapkan 3 Nawacitanya jadi pemimpin di Bumi Patuh Karya Lombok Timur dalam periode ini. Di antara 3 Nawacita itu adalah; air mengalir sepanjang musim, jalan mulus sepanjang jalur, dan listrik menyala sepanjang waktu.

Tentu dalam mendukung tercapainya Nawacita Bupati yang pertama menjadi ‘PR’ (program prioritas) Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur. Bidang Pengairan PUPR tentu tidak tinggal diam, kini tengah gencar berupaya memperbaiki sistem dan infrastruktur irigasi di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur dengan didukung pendanaan baik yang bersumber dari pemerintah pusat melalui DAK maupun dari APBD Kabupaten Lotim.

Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji mengatakan, infratruktur irigasi merupakan satu hal yang sangat penting bagi hidup dan kehidupan manusia, terlebih di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan salah satu kabupaten penyandang lumbung padi nasional.

Adapun luas areal irigasi pertanian di wilayah Lombok Timur mencapai 25.334 hektare (berdasarkan Permen PUPR No.14/PRT/M/2015) yang ditanami dengan berbagai komoditas andalan seperti padi, tembakau, dan tanaman palawija lainnya yang intensitas penanamannya mencapai angka 290,556 persen dari angka normal 300 persen dalam satu tahun musim tanam.

Dari persentase intensitas penanaman tersebut Kabupaten Lombok Timur selalu dikategorikan sebagai daerah dengan swasembada pangan yang tentu kesemuannya itu karena dukungan infrastruktur irigasi yang baik dan optimal serta pengaturan jadwal gilir air yang efektif dan efesien.

Adapun sistem dan jenis irigasi di Kabupaten Lombok Timur merupakan sistem dan jenis irigasi air tanah dan air permukaan yang tersebar di seluruh Kabupaten Lombok Timut dengan jumlah daerah irigasi sebanyak 107 yang kewenangan pengelolaannya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji menjelaskan, dalam hal penanganan jaringan irigasi tersier serta daerah irigasi yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi dan kewenangan pemerintah pusat, selalu diadakan koordinasi dengan BWS Nusa Tenggara I.

Koordinasi lintas sektoral tersebut bertujuan untuk mengadakan kerja sama upaya pemeliharaan jaringan irigasi baik saluran primer, sekunder dan saluran tersier serta bangunan pelengkap lainnya.

Dari data inventaris saluran yang ada, panjang saluran primer 212.008 meter dengan kategori baik sepanjang 97.776 meter. Sementara masuk dalam kategori rusak ringan 35.759 meter, rusak berat 32.749 meter, rusak total 45.724 meter. Panjang saluran sekunder 323.229 meter dengan kategori baik 136.035 meter, rusak ringan 47.161 meter, rusak berat 56.982 meter, rusak total 83.051 meter. Sedangkan untuk saluran tersier panjang 595.110 meter dengan kategori baik 144.431 meter, rusak ringan 58.124 meter, rusak berat 188.995 meter, rusak total 233.600 meter.

Kabid Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Lotim, Sosiawan Putraji menjelaskan, dari kondisi jaringan irigasi tersebut apabila dipersentasekan, maka persentase kerusakan: saluran primer 53,88 persen, saluran sekunder 57,92 persen dan saluran tersier 75,73 persen. Untuk dapat meminimalisir kerusakan-kerusakan tersebut, program Bidang Pengairan PUPR tahun 2018 dan tahun 2019 telah mengalokasikan anggaran dari berbagai sumber di antaranya, dana alokasi khusus (DAK) 2018 dialokasikan untuk rehabilitasi 16 daerah irigasi dan peningkatan jaringan irigasi di 17 daerah irigasi. APBD Kabupaten Lombok Timur 2018 tersebar hampir disemua daerah irigasi.

Dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019 dialokasikan untuk rehabilitasi 25 daerah irigasi dan pembangunan 4 daerah irigasi. APBD Lombok Timur tahun 2019 tersebar hampir di semua daerah irigasi. Semuanya bertujuan untuk dapat meningkatkan indeks kinerja sistem irigasi (IKSI) sehingga IKSI dimaksud meningkat menjadi 60,43 persen dari angka 25,50 persen ditahun 2017. Secara umum pada tahun 2019 pengalokasian anggaran bidang pengairan sebagai berikut: DAK dan APBD dialokasikan di wilayah Kecamatan Sakra, Sakra Timur, Wanasaba, Aikmel, Lenek, Terara, Sikur, Montong Gading, Selong, Masbagik, Jerowaru, Sakra Barat, Suralaga, Sukamulia, Sembalun, Sambalia, dan Masbagik.

Sementara dana hibah dari program Participatory Development Management of Irrigation Project (IPDMIP) selama kurun waktu 5 Tahun dengan rincian: daerah irigasi Penendem dengan luas areal 837 hektare, Temusik 648 hektare, Larung 532 hektare, Ijobalit 719 hektare, Pengadangan 704 hektare, Lokak Bau 682 hektare, Jogok 594 hektare, Peringgasela 533 hektare, Borok Lelet 575 hektare, total keseluruhan mencapai 5824 hektare.

Dalam upaya mempercepat penanganan peningkatan indek kinerja jaringan irigasi, Bidang Pengairan Dinas PUPR Lombok Timur menuangkan program sebagai berikut: Pertama, upaya penanggulangan krisis air untuk pertanian dituangkan dalam bentuk pengalihan pengaliran air dari Das basah kali Gading, kali Bendung, kali Maronggek, kali Bangka, kali Tojang menuju Das kering kali Kermit dan kali Moyot berupa pembangunan – pembangunan saluran suplisi, pengerukan sedimentasi serta rehabilitasi jaringan irigasi dan jaringan irigasi yang sudah jadi.

Kedua, program peningkatan atau rehabilitasi di Lombok Timur dalam dua tahun terakhir ini teralokasi DAK mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu dari Rp12,5 miliar menjadi Rp49,1 miliar pada tahun 2019, sehingga sejak dua tahun terakhir ini telah dilakukan peningkatan atau rehabilitasi untuk membantu mengatasi permasalahan infrastruktur irigasi di wilayah Lombok Timut terutama wilayah Kecamatan Sakra dan Sakra Timur.

Pada wilayah ini telah dilakukan peningkatan atau rehabilitasi diberbagai saerah irigasi baik itu Kondak, Montong Tago, Burung, Jowet, Surabaya, dan Suplisi Pungkang dari Saddle Dam 6 Bendungan Pandan Duri.(Kml)

Kirim Komentar

Leave a Reply