Gubernur NTB Bersama Anggota Forkopimda Ikuti Upacara HUT TNI ke-75 Secara Virtual

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah beserta para anggota Forkopimda NTB saat mengikuti upacara HUT TNI ke-75, di Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Mataram, Senin (5/10).
Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah beserta para anggota Forkopimda NTB saat mengikuti upacara HUT TNI ke-75, di Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Mataram, Senin (5/10).

Oleh: Abdul Rasyid Z. |

MATARAM, LOMBOKTODAY.CO.ID – Upacara HUT TNI ke-75 dilaksanakan secara virtual di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Provinsi NTB. Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama para anggota Forkopimda NTB mengikuti upacara tersebut di Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Mataram, Senin (5/10).

Upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) berlangsung dengan khidmat. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi mengatakan bahwa sinergi antara TNI, Porli dan lembaga pemerintah lainnya berjalan dengan sangat baik, sehingga Presiden Jokwoi meminta agar sinergi ini terus dipertahankan.

Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa upacara ini bukan hanya diikuti oleh para anggota TNI saja, namun diikuti juga oleh seluruh masyarakat Indonesia. Perjalanan panjang TNI, kata Presiden Jokowi, sejak perjuangan kemerdekaan hingga kini menunjukkan bahwa TNI adalah penjaga utama kedaulatan negara. Menjaga keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945. Serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. ‘’Oleh karena itu, atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar dan institusi TNI. Kepada para prajurit yang sedang bertugas di manapun,’’ kata Presiden.

Dalam berbagai kesempatan, lanjut Presiden Jokowi, bahwa dunia berubah dengan sangat cepat, dunia bergerak dengan sangat dinamis. Transformasi organisasi TNI harus terus dilakukan sesuai dengan dinamika lingkungan strategis, dinamika ancaman, dan perkembangan teknologi militer. ‘’Kita harus terus melakukan transformasi teknologi dan personel yang mampu memahami dan memanfaatkan lompatan di bidang teknologi informasi, teknologi nano, dan teknologi kecerdasan buatan,’’ ujarnya.

Presiden Jokowi melanjutkan bahwa selain transformasi organisasi dan transformasi teknologi, TNI juga harus didukung oleh transformasi personel yang kokoh. Baik dalam menghadapi tugas-tugas Operasi Militer untuk Perang, maupun untuk tugas-tugas Operasi Militer Selain Perang. ‘’Kita harus siap mengantisipasi karakter baru pertempuran masa depan, yang mempunyai daya hancur lebih besar atau high level of destruction. Kita harus siap menghadapi pertempuran yang berjalan lebih singkat dalam menentukan pemenang atau decisive battle,’’ katanya.

Karakter pejuang yang selalu siap untuk bersinergi, bekerja sama bahu-membahu dengan berbagai elemen bangsa. Karakter pejuang yang membangun sinergi antar korps, sinergi antar matra, sinergi antar instansi, serta sinergi antara TNI dan Polri, yang menjadi kunci untuk membangun kekuatan pertahanan yang semakin kokoh dan efektif. ‘’Akhir kata, terus tingkatkan kemampuan, profesionalisme, dan kesiap-siagaan TNI untuk menerima penugasan. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat. Jadikanlah sinergi sebagai kekuatan membangun Negeri, membawa Indonesia menjadi negara maju. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia,’’ ujarnya.

Gubernur NTB saat diwawancarai menyampaikan bahwa kekompakan antara TNI dan Polri di NTB sangat bagus dalam membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di setiap program yang dijalankan. ‘’Saya kira tema yang sangat bagus ya, sinergi untuk negri, di tengah pandemi seperti ini, tampaknya tidak ada pilihan lain kecuali memperkuat sinergi antara TNI, Polri, masyarakat dan institusi lain yang terkait, saya kira di NTB kita sudah mencontohkan sinergi yang luar biasa,’’ kata Gubernur.(Sid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here