Kalapas Selong: Tidak Ada Niat Sengaja Menutupi Kegiatan Sidak untuk Diliput Media

Kalapas Selong, Purniawal.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Purniawal, hampir saja mendapat kecaman dari puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT).

Kekesalan sejumlah Pewarta Lombok Timur itu dipicu oleh kegiatan Sidak Kepala Lapas bersama TNI/Polri di seluruh block warga binaan. Para pemburu berita sempat menyebutkan sidak yang digelar Selasa malam (6/4), sengaja ditutup dari liputan media karena diduga kuat ada temuan barang terlarang dari para narapidana.

Kalapas Selong, Purniawal saat menggelar konferensi pers usai sidak menyatakan, memang ada dua wartawan yang meliput. Namun mayoritas wartawan lain menduga pihak Lapas Selong sengaja mengundang hanya dua media dan tidak diinformasikan ke semua media Lombok Timur. “Padahal ini berita besar, tapi mengapa tertutup,” kata salah seorang wartawan senior Lombok Timur dengan nada kesal.

Untuk mengklarifikasi kejadian itu, Rabu (7/4), pengurus dan anggota FJLT mendatangi Kepala Lapas Selong. Setelah negosiasi melalui Kepala Humas Lapas, Ahmad Saepandi, akhirnya Kalapas Selong bersedia menerima kedatangan para wartawan yang haus akan berita itu. Dengan suasana santai, Purniawal menerima awak media di ruang kerjanya.

Di hadapan puluhan wartawan dari berbagai media cetak, online dan elektronik, Purniawal mengaku salah dan menyatakan minta maaf atas kejadian itu. Namun, pria kelahiran Puyung, Praya, Lombok Tengah itu menyatakan tidak ada niat untuk sengaja menutupi kegiatan sidak tersebut untuk diliput media. “Demi Allah, kami tidak bermaksud menutupinya dari pantauan media. Buktinya ada 2 wartawan yang datang dan kami menggelar konferensi pers,” kata Purniawal.

Lebih jauh Kalapas yang mengaku pernah lebih banyak bertugas di luar daerah itu menjelaskan, mengapa hanya memanggil 2 wartawan saja, karena pada saat sidak digelar sangat mendadak dan masih dalam kondisi lelah baru kembali dari Sumbawa mengikuti kegiatan selama 2 hari. “Terus terang, saat itu kami sangat kelelahan dan sidak harus dijalankan, saya perintahkan humas untuk memanggil wartawan. Kebetulan hanya dua yang sempat ditelepon,” kilahnya.

Terkait hasil sidak, Purniawal membantah pihaknya menemukan barang bukti yang memiliki unsur pelanggaran berat seperti narkoba dan setingkatnya. Hanya saja katanya, BB yang ditemukan, beberapa biji korek api gas, 1 buah HP, 2 buah kaca cermin kecil yang mirip bentuknya seperti alat timbangan digital, dan 1 buah speet tanpa jarum yang ditemukan di selokan.

Kalapas menambahkan, kegiatan sidak ini digelar secara insidental dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021 yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa tidak ada barang terlarang dan berbahaya yang disimpan oleh seluruh warga binaan.(LMK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here