Setelah Bupati Murka, Kadis Dikbud Lotim Dalami Kasus SDN 3 Suangi Timur

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lotim, Izzuddin.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Kasus rusak berat gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Suangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), yang tak kunjung dapat rehab, menjadi atensi dan menyulut murka Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy yang diungkap pada pelantikan 3 orang pejabat eselon II beberapa pekan lalu.

Konon dikabarkan, proposal perbaikan SDN 3 Suangi Timur, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lotim, yang sudah diajukan ke Dinas PUPR belum ada kejelasan penyebab tidak kunjung diperbaiki. Inilah yang membuat Bupati Sukiman harus geleng kepala atas kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas Dikbud).

Menurut Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Lotim yang baru, Izzuddin saat dikonfirmasi media ini dua hari lalu mengatakan, proposal yang sudah diajukan oleh Kepala Dinas Dikbud sebelumnya tidak dipantau sehingga tidak ada kejelasan pasti.

Izzuddin berjanji akan mencoba mendalami proposal yang diajukan dulu itu. Ia akan memverifikasi kembali proposal tersebut untuk melihat, kemungkinan ada yang belum dimasukkan item-item yang perlu diperbaiki.

”Dalam waktu dekat ini, kami akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR apakah proposal itu sudah masuk apa belum, kemudian bagaimana tindaklanjutnya. Itu yang kita mau dengar kejelasan dari Dinas PUPR,” kata Izzuddin.

Lebih lanjut mantan Kadis Dispora Lotim ini menjelaskan, mekanisme perbaikan sekolah rusak berat ditangani Kementerian PUPR melalui Dinas PUPR Lotim. Sedangkan sekolah rusak sedang atau ringan dikelola melalui aplikasi Krisna.

Adapun proses pengajuan perbaikan sekolah rusak ringan, sedang maupun berat yakni operator sekolah menginput data melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Untuk sekolah rusak berat yang diajukan akan diarahkan ke Kementerian PUPR. ”Kita tunggu dulu nanti kejelasan proposal sekolah itu dari Dinas PUPR, untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.