Dari Nostalgia Bupati Sukiman Pernah Mendapat Bintang Kartika Eka Paksi

Penerimaan peserta latsitarda nusantara
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat memberikan sambutan pada acara penerimaan rombongan peserta Latsitarda Nusantara XLII/2022, di Balai Latihan Kerja (BLK) Lotim, pada Sabtu (14/5/2022).

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ternyata Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy pernah dianugerahi Bintang Kartika Eka Paksi yaitu sebuah tanda penghargaan dalam karir militer selama berdinas sebagai serdadu benteng negara. Diketahui, Bintang Kartika Eka Paksi adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Negara untuk menghormati jasa seorang prajurit yang luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat (AD).

Pengakuan itu diungkap Bupati Sukiman saat menerima rombongan peserta Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XLII/2022, di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Sabtu (14/5/2022).

Rombongan tersebut berjumlah 265 orang, di mana dari 225 orang adalah peserta yang berasal dari Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol) dan IPDN, sementara 40 orang adalah pengasuh.

Selain mengucapkan selamat datang dan memperkenalkan sejumlah pejabat struktural daerah kepada peserta Satgaslat II HIU, Bupati Sukiman dalam kata-kata penerimaannya juga menyampaikan kondisi Lombok Timur secara umum, termasuk potensi dan dinamika masyarakatnya.

Bupati Sukiman menyebut Latsitarda ini merupakan nostalgia baginya karena pernah mengalami hal serupa seperti para peserta. Bupati Sukiman juga menceritakan perjalanan karirnya sebelum menjabat sebagai Bupati Lombok Timur. ”Saya bertugas selama 28 tahun di TNI hingga pernah menjabat Komandan Kodim (Dandim)di Lotim. Tahun 2004 saya mengakhiri dinas militer alih status menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) dan menjabat Kepala Biro Umum Kementerian Agama RI,” tuturnya.

Purnawirawan berpangkat Kolonel itu berpesan kepada para peserta supaya berbaur bersama masyarakat dan menjadi penduduk di Lombok Timur meski hanya sementara. ”Cintailah masyarakat di Lotim sebagaimana mencintai bangsa atau rakyat masyarakat kita yang lain,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, HM Juaini Taofik yang juga hadir pada acara tersebut mengimbau agar peserta menghargai local wisdom (kearifan lokal) yang berlaku di daerah Lotim. Sekda Juaini mencontohkan pengguna sapaan dengan menghindari penggunaan kata ”kamu” kepada masyarakat setempat. ”Gunakan kata ”plungguh” jika lawan bicara lebih dari 1 orang dan ”pelinggih”, jika lawan bicara tunggal atau satu orang. Sebab, itu merupakan sebutan tertinggi jika berkomunikasi dengan lawan bicara,” katanya.

Sekda Juaini juga menyebutkan beberapa kearifan lokal lainnya yang ada di empat kecamatan yang menjadi lokasi kegiatan Latsitarda, salah satunya Kecamatan Sambelia. Ia menyebut bahwa di Sambelia seringkali diadakan kegiatan bersih-bersih tempat ibadah, itu artinya menunjukkan simbol kerukunan umat beragama. ”Karena di Lotim ini toleransi umat beragamanya sangat bagus,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Dandim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf Amin M Said dan Kapolres Lombok Timur, AKBP Herman Suriyono berkesempatan menyampaikan situasi dan kondisi Lombok Timur kepada para taruna.

Latsitarda yang akan berlangsung hingga Juni mendatang ini diisi dengan kegiatan fisik dan non fisik berupa pembinaan promosi, tentang akademik dan sosialisasi kepada anak-anak muda. Juga terkait dengan bagaimana hidup di era sekarang, cara bermedia sosial dengan baik dan tidak melanggar norma-norma, serta men-take down ketika ada berita-berita yang bisa menimbulkan potensi gangguan keamanan.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.