Pemkab Lotim Dukung YPTKIS Tekan Budak Haram

Bupati Lotim
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat memberikan sambutan pada pengukuhan pengurus YPTKIS.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Lombok Timur (Lotim) satu-satunya kabupaten penyumbang tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran Indonesia (PMI) terbanyak di Provinsi NTB. Namun kisah pilu yang diderita para TKI asal daerah ini kerap menjadi berita menyedihkan meskipun memang ada yang berbuah manis. Cerita pilu diharapkan tidak terjadi lagi dengan adanya dukungan organisasi yang memberikan perhatian serius, di samping upaya yang dilakukan pemerintah.

Demikian pengantar pidato Bupati Lombok Timur (Lotim), HM Sukiman Azmy saat memberikan sambutan pada acara pengukukuhan pengurus Yayasan Peduli Tenaga Kerja Indonesia Sejahtera (YPTKIS), di Aula Serbaguna Gelang, Selong, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), pada Rabu (18/5/2022).

Kehadiran yayasan tersebut disambut baik oleh Bupati Sukiman seraya berharap menjadi organisasi pendamping yang dapat mendukung terwujudnya kesejahteraan TKI, khususnya asal Lombok Timur.

TKI ilegal atau lazim disebut oleh orang melayu sebagai Budak Haram merupakan salah satu persoalan yang menjadi harapan Bupati Sukiman dapat ditekan dengan pendampingan oleh YPTKIS. Ditegaskannya bahwa Pemda berkomitmen mendukung organisasi ini untuk meminimalisasi TKI, khususnya asal Lombok Timur, baik yang bekerja di luar maupun dalam negeri dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.

Kepada pengurus YPTKIS yang baru dikukuhkan, mantan Kepala Biro Umum Kementerian Agama (Kemenag) RI itu meminta agar segera menyusun rencana kegiatan. Ia berharap setelah adanya yayasan itu, tidak terdengar lagi kasus-kasus yang menyengsarakan tenaga kerja di Lombok Timur.

”Kita berharap 135 orang perngurus YPTKIS yang dikukuhkan benar-benar memonitor para tenaga kerja yang akan berangkat ke luar negeri,” harap Bupati Sukiman pada acara yang dihadiri pula oleh Forkopimda, Pimpinan OPD terkait, dan jajaran dewan pimpinan pusat YPTKIS.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.