crossorigin="anonymous"> Anggota Baru Satpol PP Lombok Timur Dapat Bekal dari Bupati untuk Bertugas

Anggota Baru Satpol PP Lombok Timur Dapat Bekal dari Bupati untuk Bertugas

Satpol PP Lotim
Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy saat memasangkan baret kepada anggota baru Satpol PP Lombok Timur, di halaman kantor Satpol PP Lotim.

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Ratusan anggota baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mendapat bekal dari Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy.

Bekal yang dimaksud, bukan bekal untuk mengisi ransel saat pergi bertugas, namun pedoman yang harus dimiliki dan dipegang teguh dalam tugas mengendalikan keamanan sebagai polisi pengawal Perda.

Dalam kesempatan menjadi pembina pada apel pemasangan baret anggota baru Satpol PP Lombok Timur, pada Kamis (15/9/2022) di halaman Kantor Satpol PP Lotim, Bupati Sukiman mengingatkan tugas pokok dan fungsi menurut peraturan perundang-undangan serta kewenangan yang dimiliki Satpol PP.

Bupati Sukiman menegaskan lima bekal yang harus dimiliki oleh Satpol PP. Di antara lima bekal tersebut yakni, profesional, wibawa, ilmu, etika dan moral, serta tangguh.

Mantan TNI yang ikut tampil dengan sergam Satpol PP itu menguraikan satu-persatu pemahaman dari lima bekal tersebut. Pertama Profesional menurutnya adalah pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang secara khusus dipersiapkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan, sekaligus memiliki ilmu tentang bidang tugasnya masing-masing.

Bupati Sukiman juga mengingatkan agar banyak bertanya kepada atasan, sehingga memahami tugas yang akan dilaksanakan.

Kedua, Wibawa, menurutnya tanpa wibawa seorang Satpol PP hanya akan menjadi bahan olok-olokan masyarakat. Untuk Wibawa itu urainya, modalnya adalah harus sehat fisik, psikologi, jasmani dan rohani.

Bekal berikutnya adalah memiliki iImu yang mendukung pelaksanaan tugas dengan baik. Tak hanya sekadar menerima perintah, tetapi juga memiliki pengetahuan lainnya seperti psikologi massa dan teknik mengurai kemacetan dan kerumunan di tengah masyarakat.

Keempat adalah memiliki etika dan moral. Satpol PP hendakanya tidak semena-mena, tidak kasar, dan memanusiakan manusia. “Karena kita sesama manusia, jadi kita perlakukan mereka sebagaimana manusia lainnya,” kata Bupati Sukiman.

Bekal terakhir adalah tanguh. Tangguh, dijelaskannya meliputi gigih atau istiqamah, teguh dalam pendirian, juga perkasa baik fisik maupun jiwanya. Bupati Sukiman berharap agar kemampuan-kemampuan tersebut dimiliki sehingga menjadi Satpol PP yang dapat dibanggakan.

Seratus orang anggota yang mengikuti pembaretan ini telah mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pendidikan dan pelatihan mulai 13 September lalu.

Bimtek tersebut dimaksudkan agar anggota Satpol PP yang baru memahami tugas pokok dan fungsinya, termasuk mengawal Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Materi juga diberikan oleh TNI/Polri dan instansi terkait lainnya.(Kml)

Leave a Reply

Your email address will not be published.